PINTAR (Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajaran)

 

Apa Itu PINTAR? PINTAR adalah akronim dari Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajaran. PINTAR merupakan pelatihan online mandiri bersertifikat yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kementerian Agama.

PINTAR hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh ASN, PPPK, PN-PASN, dan masyarakat yang membantu tugas Kementerian Agama. Dengan menggunakan PINTAR, kita dapat belajar di mana saja dan kapan saja. PINTAR terdiri dari dua kategori pembelajaran, yakni Pelatihan dan Pengayaan Pengetahuan.

Pintar adalah Massive Open Online Course (MOOC) memfasilitasi pelatihan-pelatihan secara online dan dapat menjangkau jumlah peserta sangat besar, dan menghasilkan kualitas pembelajaran yang sangat bagus.

Untuk mendaftar silahkan kunjungi: https://pintar.kemenag.go.id/

Pelatihan bulan Oktober:

Pendaftaran: 24-27 Oktober 2023

Pelaksanaan: 28-1 November 2023  

1.   Pelatihan Literasi : Pembelajaran Terdiferensiasi dengan Keterampilan Membaca Dekoding dan Pemahaman

2.   Pelatihan Literasi : Pembelajaran Terdiferensiasi: Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing untuk Kelas Awal

3.   Pelatihan Numerasi : Tools Online For Learning

4.   Pelatihan Manajemen Kemasjidan

5.   Pelatihan Keluarga Sakinah

 

 

 

Lomba Foto GTK Madrasah 2023

 

 

 https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhqJqnKS_Jy1Nbqxu34ocN2DzALF4VooY1cmPH874lB8MA_CFbVsuuqVT8s7gAgwBHo5M-T5Rw1MOEvwdNzI_77rvymYZnQ8r-yyI5YHrfJPW5aseMfQ6-Q8RjQBOegqbYQyfym_PqsaguFRq_foQ4oJ4IByYpIJqGFcG20a4kbBkZdNh0KnXZ0ocz9hsI=w640-h559

 

Guru Transformatif Bahagia Mengajar

Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menggelar lomba foto. Kali ini, lomba foto bertema “Guru Transformatif Bahagia Mengajar” yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2023.

Lomba foto ini bertujuan untuk mengabadikan momen-momen inspiratif para guru madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Selain itu, lomba foto ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan semangat para guru madrasah dalam menjalankan tugasnya.

Petunjuk Teknis Lomba Foto GTK Madrasah 2023

Pendahuluan

Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah merupakan tokoh utama dalam mencetak generasi bangsa yang maju. Seringkali kisah dari para guru dan tenaga kependidikan madrasah jarang mendapat sorotan dan tidak terpublikasi secara baik.

Sebagai wujud apresiasi terhadap dedikasi, keseharian, perjuangan, dan prestasi guru dan tenaga kependidikan madrasah selama proses pembelajaran, interaksi di luar kelas ataupun pengabdian di lingkungan sekitar, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah mengadakan Lomba Foto Guru Transformatif Bahagia Mengajar.

Tema Lomba

Untuk memberikan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan, maka disusunlah Petunjuk Teknis Lomba Foto Guru Transformatif Bahagia Mengajar. Tema Lomba Tema Lomba Foto adalah: “Guru Transformatif Bahagia Mengajar” yang menampilkan karya fotografi tentang sosok guru dan tenaga kependidikan madrasah.

Adapun subtema yang dapat dipilih peserta yaitu:

1.    Ceria Belajar Bersama

2.    Guru Masa Kini

3.    Prestasi Siswa Prestasi Guru

Syarat dan Ketentuan

A.    Syarat

Dalam membuat karya foto Guru Transformatif Bahagia Mengajar, Peserta hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) dari 2 (dua) kategori lomba sebagai berikut:

1.    Guru Madrasah dan/atau Tenaga Kependidikan Madrasah;

2.    Umum dan/atau Profesional

B.  Ketentuan Umum

1.      Objek foto adalah Guru dan/atau Tenaga Kependidikan Madrasah;

2.      Peserta diperbolehkan mengirim maksimal 3 karya;

3.      Karya dibuat antara rentang waktu Desember 2021 hingga 2023;

4.      Foto yang dilombakan asli milik peserta dan belum pernah diikutkan dalam lomba sejenis dan publikasi komersial;

5.      Karya yang dikirimkan menjadi hak panitia yang dapat digunakan secara bebas dalam kegiatan internal ataupun publikasi Direktorat GTK Madrasah di kemudian hari;

6.      Batas pendaftaran dimulai tanggal 23 Oktober sampai dengan 13 November 2023

7.      Peserta wajib me-repost flyer/poster lomba pada akun instagram pribadi;

8.      Karya tidak boleh mengandung unsur pornografi, SARA, sadisme atau hal-hal yang bersifat merendahkan atau melecehkan pihak lain;

9.      6 Karya terbaik dari masing-masing kategori akan diunggah di media sosial @gtkmadrasah

10.  Panitia berhak mendiskualifikasi jika ditemukan pelanggaran

11.  Lomba ini tidak di pungut biaya;

C.  Ketentuan Khusus

1.      Foto dapat diambil dengan segala jenis kamera (DSLR, mirrorless, handphone, dan lainnya) dengan ketentuan resolusi 3200×2400 pixel dan pencahayaan yang cukup;

2.      Diperbolehkan olah digital tanpa mengubah keaslian objek dan/atau elemen dalam foto;

3.      Kriteria Penilaian: a) Orisinalitas ide; b) Kesesuaian dengan tema; c) Penyampaian pesan; d) Komposisi dan artistik;

4.      Karya foto disimpan dengan nama file: Judul Foto_Nama Peserta_Kategori;

5.      Karya Foto dikirim dalam format JPEG/JPG dengan mengisi formulir pada bit.ly/gtkmadrasahbahagiamengajar paling lambat pada 13 November 2023 pukul 22.00 WIB dengan menyertakan data diri: a) Nama Lengkap b) Instansi Asal bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah c) Alamat d) Nomor Handphone aktif e) Judul Foto f) Akun Instagram g) Deskripsi singkat dan tempat pengambilan gambar

6.      Karya Foto juga harus diupload di akun instagram peserta dengan mencantumkan Lomba Foto Guru Transformatif Bahagia Mengajar disertai deskripsi singkat foto, tempat pengambilan gambar dan tagar #gtkmadrasah #bahagiamengajar serta menandai @gtkmadrasah

Mekanisme dan Penjurian Lomba

Mekanisme lomba foto Guru Transformatif Bahagia Mengajar akan dilakukan melalui:

1.    Tahap Seleksi: a. Seleksi administrasi dan penyaringan awal oleh panitia; b. Seleksi teknis dan substantif oleh dewan juri;

2.    Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat serta tidak ada korespondensi apa pun terkait dengan keputusan yang telah dikeluarkan;

3.    Panitia dan dewan juri berhak menggugurkan kepesertaan dan/atau mengganti skema hadiah bagi pemenang

4.    Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 20 November 2023

5.    Pengumuman pemenang akan ditayangkan secara resmi melalui akun media sosial Direktorat GTK Madrasah;

6.    Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui website resmi: www.gtkmadrasah.kemenag.go.id/

7.    Peserta wajib membaca dan menaati seluruh ketentuan lomba;

8.    Dengan keikutsertaan, peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan dan ketentuan;

Agenda Kegiatan

1.      Pendaftaran peserta 23 Oktober sd 13 November 2023

2.      Batas akhir pengiriman karya 13 November 2022

3.      Verifikasi dan Penjurian 15-17 November 2022

4.      Pengumuman 20 November 2022

Hadiah

Pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan untuk masing-masing kategori sebagai berikut:

1.    Juara 1 @Rp 3.000.000,-

2.    Juara 2 @Rp 2.000.000,-

3.    Juara 3 @Rp 1.000.000,-

4.    Juara Favorit (10 peserta) @Rp 500.000,-

Penutup

Demikian Petunjuk Teknis Lomba Foto “Guru Transformatif Bahagia Mengajar” Direktorat GTK Madrasah pada Tahun Anggaran 2023 dibuat untuk menjadi rujukan pelaksanaan lomba tersebut.

Download Petunjuk Teknis Lomba Foto GTK Madrasah 2023

Lebih lengkapnya untuk dijadikan pedoman, silahkan unduh dan pelajari Petunjuk Teknis Lomba Foto GTK Madrasah 2023 sebagaimana ditetapkan oleh GTK Madrasah Kemenag RI Tahun 2023.




 

Kemenag Siapkan Roadmap Redistribusi Guru Madrasah – GTK Madrasah

 

 

 

Kemenag Siapkan Roadmap Redistribusi Guru Madrasah – GTK Madrasah


Jakarta (Pendis) – Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menyelesaikan pemetaan redistribusi guru madrasah, Rabu (21/02/2023).

Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain mengatakan isu redistribusi guru madrasah ini perlu mendapat perhatian khususnya terkait data kebutuhan guru madrasah.

“Saat ini kita siapkan poin-poin regulasi dan rumusan datanya, mulai dari kelebihan dan kekurangan kebutuhan guru madrasah sampai dengan pemenuhan jam mengajar. Kita koordinasi bersama bagian kepegawaian untuk selanjutnya kita sesuaikan dengan yang diminta Menpan RB,” jelasnya.

Menurut Zain, setelah dilakukan analisis kemudian Direktorat GTK Madrasah akan menjadi kontrol dalam redistribusi guru sesuai regulasi yang ada. “Sehingga tidak sembarang guru berpindah dari satu madrasah ke madrasah lain. Dengan demikian, disparitas dan kualitas pembelajaran bisa kita mitigasi melalui program redistribusi ini,”

Sebelum menutup arahannya, Zain berpesan agar dalam dalam redistribusi guru madrasah untuk tetap mempertimbangkan kemanusiaan.

Kasubbag Tata Usaha Direktorat GTK Madrasah, Ajang Pradipta mengatakan akan segera menindaklanjuti redistribusi guru madrasah dengan pihak terkait. Menurutnya, pengkondisian ini aka n dapat menata kondisi sesuai dengan kondisi geografis pada masing-masing wilayah.

“Kami akan segera koordinasi termasuk dalam hal ini dengan mengundang kantor wilayah kemenag yang sudah melakukan penataan di daerah masing-masing.” ungkapnya.

Selain secara offline, FGD ini juga digelar secara online. Hadir dalam forum ini, Kabiro kepegawaian, staff Biro kepegawaian, Tim simpatika serta staff GTK Madrasah.

sumber: pendis.kemenag.go.id ( tofiqridlo / Yuyun / Admin )

Kemenag Minta Guru Madrasah Bangun Koneksi dan Kolaborasi

Kemenag Minta Guru Madrasah Bangun Koneksi dan Kolaborasi

 

  

Kementerian Agama RI meminta guru madrasah membangun koneksi dan kolaborasi antar guru. Setidaknya ada pertukaran informasi atau pengalaman yang saling melengkapi terutama dalam pola pembelajaran.

Demikian disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain pada kegiatan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan madrasah di Cianjur. (1/3/23)

“Kombinasi antara guru muda dan guru senior itu perlu dilakukan.  Sehingga ada dorongan untuk guru lebih berprestasi,”ujar Zain.

Untuk itu, Zain meminta kepada pokja untuk lebih sering melakukan kolaborasi dan connecting diantara guru. Menurutnya, metode pembelajaran, lebih baik daripada konten atau materi yang bagus.

Zain menegaskan, adanya inovasi dalam pembelajaran akan lebih membantu siswa memahami materi dengan cara yang baru. Tantangannya, saat ini adalah generation gap dimana ada kesenjangan habbit antara kita sebagai guru dengan para murid.

“Melalui metode atau inovasi guru harus bisa menjadi jembatan untuk kebutuhan itu,” tuturnya.

Zain berharap guru madrasah untuk selalu menghadirkan “ruh” dalam setiap pembelajaran. Selain kehadiran fisik di kelas, mengajar dengan hati akan menyambung batin antara guru kepada muridnya.

“Hal ini memang tidak bisa tertakar oleh murid, namun inilah yang membedakan guru madrasah dengan yang lain,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam menyambut positif kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini bisa memberi motivasi kepada para guru di daerah.

“Kami kira dengan adanya dukungan dan komitmen dari kementerian agama dalam membangun moral bangsa, kami akan terus berupaya meningkatkan dan mengejar ketertinggalan,” katanya.

Turut hadir mendampingi Kabid Penma Kakanwil Provinsi Jawa Barat, para Kasubdit, Kasubbag TU di lingkungan Direktorat GTK Madrasah dan diikuti oleh 400 guru dan tenaga kependidikan madrasah se- Kabupaten Cianjur.

pendis.kemenag.go.id (tofiqridlo/yuyun/admin)

GTK Madrasah : Towards Digital Literacy

 

 

 

GTK Madrasah : Towards Digital Literacy Adalah program dari Direktorat GTK Madrasah untuk mendorong peningkatan kapasitas kemampuan guru madrasah dalam beradaptasi dengan teknologi informasi.

Pemanfaatan Teknologi Informasi mutlak harus dilakukan oleh guru madrasah. Oleh karena itu, Direktorat GTK Madrasah mendorong Guru Madrasah mengoptimalkan perangkat digital yang telah dimiliki oleh guru mulai dari smartphone sampai perangkat layar touchscreen yang ada di dalam kelas.

1. Optimalkan Smartphone

Gunakan fitur dan Aplikasi di Smartphone, Guru dapat melakukan koneksi tanpa kabel [mirorring] ke perangkat kelas seperti LCD Projector atau TV.

Guru dapat mendownload aplikasi yang ada di smartphone untuk mendukung konten pembelajaran, seperti: google suite [google site, google earth, youtube 360⁰ dll], microsoft [microsoft 365, microsoft office dll], aplikasi aplikasi lain di playsore atau appstore seperti canva, augmented reality, dll.

2. Optimalkan Smart TV/Android TV

Gunakan fitur dan Aplikasi di Smart TV dan Android TV, Guru dapat melakukan koneksi tanpa kabel [mirorring] dari HP, Tablet, I-Pad dan Laptop].

Guru dapat mendownload aplikasi yang ada di smart TV dan Android TV seperti: Dapat menerima perintah suara, Terkoneksi Internet sehingga dapat membuka youtube dll secara online, Pada android TV dapat menginstall aplikasi pembelajaran. Perangkat yang dibutuhkan ; Smart TV/Android TV 75″, Smartphone, Tablet/Laptop, Webcam.

3. Optimalkan LCD Projector Dengan Panel Layar
    Sentuh

Gunakan LCD projector dengan Panel Layar Sentuh. Guru dapat mengajar secara interaktif dengan layar sentuh.

Guru dapat menggunakan aplikasi yang menjunjang pembelajaran seperti: Aplikasi augmented reality, Aplikasi Virtual Reality, Aplikasi e-learning madrasah, dll. Perangkat yang dibutuhkan ; LCD Projector, Speaker Aktif Bluetooth, PC/Laptop, Webcam, Panel Layar Sentuh 75″

4. Optimalkan TV Layar Sentuh

Contoh guru optimalkan TV layar sentuh ; MAN IC Sambas Kalimantan Barat

5. Optimalkan Perangkat Metaverse

Guru madrasah gunakan metaverse ; Manfaatkan teknologi metaverse untuk pembelajaran

HARI KESAKTIAN PANCASILA, GURU BISA APA?

 

HARI KESAKTIAN PANCASILA, GURU BISA APA?

 

 

1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila. Hal itu tercantum dalam Surat Keputusan 

Menteri/Panglima Angkatan Darat tanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Peringatan ini 

merupakan penghormatan untuk seluruh pahlawan yang gugur dalam melaksanakan tugasnya 

melindungi Pancasila. Kemudian, Kesaktian Pancasila pun bermakna sebagai usaha 

membentengi peran Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Menjaga keutuhan Pancasila adalah tanggung jawab bersama. Lantas bagaimana peran guru 

dalam memelihara nilai-nilai Pancasila? Sudah pasti guru tidak hanya memainkan peran sentral 

dalam pembelajaran bahkan menjadi jauh lebih vital dalam menanamkan nilai-nilai pancasila 

untuk para peserta didiknya. Sistem pendidikan Nasional melalui Kurikulum Merdeka ini 

memandatkan para pendidik untuk membangun dan menanamkan karakter pada pribadi 

peserta didik berdasarkan nilai-nilai pancasila.

Bagaimana caranya? Guru menjadi panutan, karena murid belajar dari gurunya. Apapun yang 

guru lakukan di depan murid, mereka akan menyerapnya. Dalam kehidupan murid, sebagian 

besar waktunya digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Mereka akan 

banyak sekali berkomunikasi dengan guru. Dengan disadari atau tidak, murid akan belajar 

dari sikap, ucapan, dan perilaku gurunya. Apabila guru ingin menanamkan nilai-nilai 

Pancasila, maka nilai-nilai tersebut harus sudah tertanam dalam dirinya. Satu hal yang 

sangat penting: pendidik harus melakukan apa yang diajarkannya.

Sebagai pendidik, sudahkah kita mengambil peran dalam menjaga keutuhan Pancasila? 

Apakah nilai-nilai Pancasila sudah tertanam dalam diri kita?

Kita sebagai pendidik mengemban amanah yang mulia untuk menjaga Pancasila dan 

keutuhan bangsa dan negara. Oleh karena itu, mari kita ‘Bangkit Bergerak Bersama 

Pancasila’.

 

Selamat Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2022

Yuk kita refleksi!

Keep learning, keep sharing, keep inspiring, and write your legacy!

Capri Anjaya

Ketua AISEI Komunitas Pendidik Indonesia

Asep Dedeh Permana

TIM AISEI Komunitas Pendidik Indonesia

KUNCI SUKSES MENGELOLA SATUAN PENDIDIKAN

 

 

KUNCI SUKSES MENGELOLA SATUAN PENDIDIKAN

 

 

Covid 19 memang telah membuat banyak perubahan dan dampak diberbagai bidang 

termasuk bidang pendidikan. Banyak sekolah swasta yang harus merumahkan guru-

gurunya karena untuk bisa tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar. Banyak 

investasi baru harus diambil sekolah untuk memastikan teknologi terimplementasi 

dengan sempurna sehingga akan memudahkan kegiatan belajar baik secara daring 

maupun luring. Alhamdulillah belakang ini sejak diperbolehkan luring 100% maka 

sekolah mulai marak siap kedatangan para siswa. Siap secara sarana prasarana 

juga harus didukung oleh pemimpin atau kepala sekolah yang memiliki kemampuan 

atau kompetensi yang baik. Kompetensi menurut SK Mendiknas No. 45/U/2022 

menjelaskan ada 5 kompetensi (5K) minimal yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, 

yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Pastinya jika anda KS maka atasan anda merasa anda memiliki potensi tersebut.

Saya jadi teringat waktu saya menjadi Kepala Sekolah di salah satu SPK, Eksekutif 

direktur saya, Ng Eng Chin, memastikan kepada saya untuk selalu berusaha dan 

jika mau terus sukses untuk mengelola sekolah harus menjalankan 6 hal penting. 

Ke enam hal ini saya tulis di buku saya Sekolah Lokal Berkualitas Internasional: 

Resep Jitu Mengelola Sekolah International (SPK) (2017 hal. 179).

Mau tahu 6 kunci sukses setelah memiliki 5K?

1. Fokus dan paham tentang pendidikan. Seorang pengelola satuan pendidikan 

harus paham tentang pendidikan. Jadi kalau tidak paham ya harus belajar dulu.

2. Membangun sistem dan struktur. Dengan adanya pembagian kerja dan panduan 

yang jelas diyakini akan membantu sekolah menjadi

3. Mengangkat dan menempatkan staf dengan tepat. Mengelola Pendidikan menjadi 

sesuatu yang tidak boleh dianggap sepele. Jangan karena pemilik yayasan memiliki 

anak yang baru lulus ujuk-ujuk menduduki posisi tertinggi di sekolah. Atau mumpung 

punya wewenang dengan seenak-enaknya mengangkat saudara atau teman yang 

tidak memiliki kompetensi. wah ini menjadi resep kemunduran sekolah.

4. Membangun kapasitas/kemampuan staff. Pengembang diri untuk staff merupakan 

investasi yang harus dikeluarkan pengelola sekolah. Dengan terus membangun 

kompetensi staff, peserta didik akan mendapat manfaatnya.

5. Menetapkan standar yang tinggi. Kadang kita terlalu puas dengan memenuhi 

standar minimum dan ini kadang menjadi faktor penghambat sekolah untuk maju.

6. Memanfaatkan sarana dan sumber daya. Penting seorang pemimpin untuk dapat

 memanfaatkan keberadaan tidak hanya SDM dan fasilitas yang ada di sekolah tapi

 juga orang tua, lingkungan sekitar untuk membantu pendidikan/

Kalau Anda pengelola satuan pendidikan apakah ini telah memenuhi 5K? Atau ada 

kompetensi lain?

Yuk kita refleksi diri!

Keep learning, keep sharing, keep inspiring, and write your legacy!

Capri Anjaya

Ketua AISEI Komunitas Pendidik Indonesia